13 Februari 2018

Aku bukan AL MU'IZZ yg maha menepati janji, bukan pula AL WADUD yg maha mencinta. Aku adalah AL INSAN "manusia" tempatnya luput dan dosa.
"Apakah Allah Mencintaiku?"

Pertanyaan ini terus mengusikku!
Aku teringat bahwa kecintaan Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya hadir karena beberapa sebab dan sifat didalam al-Qur'anul karim.

Aku membalikkan memoriku, untuk membandingkan apakah diriku seperti yang sudah disebutkan al-Qur'an itu, agar aku dapat menemukan jawaban atas pertanyaanku..

Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang bertakwa" dan aku tidak termasuk bagian dari mereka (yang bertakwa) !

Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang sabar" maka aku teringat betapa tipisnya kesabaranku!

Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berjihad" maka aku pun tersadar akan kemalasanku dan rendahnya perjuanganku !

Aku menemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang berbuat baik" Betapa jauhnya diriku dari sifat ini.

Aku periksa semua amal-amalku.

Ternyata didalamnya banyak yang bercampur dengan kemalasan/kelemahan, kotoran-kotoran dan dosa. Seketika itu terbersitlah dalam ingatanku firman Allah Ta'ala :

Innallha yuhibbu tawwabiin

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.."

Seakan-akan aku menjadi faham bahwa ayat ini untuk diriku dan orang-orang sepertiku, seketika mulutkupun langsung komat-kamit membaca:

Astaghfirullaha wa atuubu ilaihi

"Aku memohon ampunan Allah dan bertaubat kepada-Nya"

"Tadabbur"
Bismillhirrokhmaanirrokhim...
 ''TEGARLAH WAHAI DIRI DAN TERSENYUMLAH ''
❥.Sesungguhnya Dia yang mengujimu dengan sedikit masalah adalah Dia yang selama ini membanjirimu dengan lautan nikmat…Berbaik sangkalah padaNya..
❥.Jika saat ini beban yang di pikul begitu memberatkan punggungmu…Maka berbahagialah..karena Dia telah percaya punggungmu akan kuat memikulnya…
❥.Jika saat ini harapanmu belum terwujud…Maka berbahagialah Karena Dia telah percaya kamu tak akan lelah berjuang dan berpasrah padaNya
❥.Satu hal yang harus diyakini…Dia tidak akan pernah memberikan ujian yang tak mampu kita lalui…
Bertahanlah…
Masih banyak bukit-bukit mimpi yang tersisa untuk segera ditaklukkan
Sepintas akan terasa berat…
Namun inilah cara Allah untuk mempersiapkan hamba-hambaNya
Menjadi seorang pendaki mimpi sejati
Yang tidak pernah menyerah dengan keadaan, yang tidak takut kegagalan,
Yang siap menghadapi resiko terberat sekalipun, dan yang senantiasa bersyukur atas setiap ketetapanNya

Langit telah mengetahui kemampuan terbaikmu
Bumi sangat faham kekuatan mentalmu
Bersiaplah…berusahalah…berdoalah…
Jika ketenangan jiwa ingin engkau kecapi
Dan manisnya iman ingin engkau singgahi
Maka sujudlah padaNya
Sebab DIA lah yang menganugerahkan semua kenikmatan
Jika sabar ingin di latih
Dan nafsu yang semakin merajalela ingin dikendalikan
Maka BERPUASALAH
Sesungguhnya energi baru akan melebur bersamamu
Tatkala terik mentari menghangat dipusaran bumi dan tetesan keringat terus bercucuran, masihkah sabda padaNya tercurah ?
Bila lelah menyapa dan semua kelemahan terkuak didalamnya, masikah kita bertasbih kepadaNya ?
Saat itulah ketahanan fisik dan iman diuji. Sejauh mana engkau BERSABAR menempuh segala godaan dan sekuat apa engkau MENAHAN segala NAFSU DUNIA yang mengganggu.
Dialah HAMZAH AL-ASLAMY, pemuda yang telah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa mengamalkan amalan ini. Dia mengajarkan kepada kita untuk memperhatikan MASA MUDA sebelum MASA TUA.
Begitu mencinta-Mu..
Telah lelah kaki ini melangkah
Telah letih hati ini merasa
Telah lemah jiwa ini mencari
dan didalam keterpurukanku
di palung hati terdalam
kembali kumenemukan-Mu
Kau menatapku dan tersenyum
sembari berkata, "..Fa inna ma'al 'usri yusraa.."
.....
Rabb, betapa diri ini begitu mencinta-Mu
Ampuni aku dengan segala keterbatasanku dalam mencintai-Mu..
Jalan ke depan semakin terbentang,
menunggu pijakan ketegaran,
meski kerikil kerikil tajam menghadang,
langkah kaki harus tetap berjalan,

keindahan angan angan tak kan terwujud bila hanya diam berpangku tangan,
kuatkah hati bagai batu karang,
biarkan jejak luka masa lalu itu memudar bersama kenangan,

walau harapan itu tak terengkuh,
namun cahaya-Nya telah tersentuh,
berikan segenggam kekuatan jiwa yang tumbuh,

saat rembulan pergi,
gugusan bintang masih setia menemani,
mentari pagi pun menanti untuk menghampiri,
temani sepi yang terangkai dalam sisa sisa ilusi & mimpi,

wujud mimpi sampai kini belum terasa hadir,
dalam dunia nyata karna masih terbungkus sang takdir...

 (Kalam Majaz.)
Rabu 18 Robi'ul Awal 1439
6 December 2017