Jalan ke depan semakin terbentang,
menunggu pijakan ketegaran,
meski kerikil kerikil tajam menghadang,
langkah kaki harus tetap berjalan,
keindahan angan angan tak kan terwujud bila hanya diam berpangku tangan,
kuatkah hati bagai batu karang,
biarkan jejak luka masa lalu itu memudar bersama kenangan,
walau harapan itu tak terengkuh,
namun cahaya-Nya telah tersentuh,
berikan segenggam kekuatan jiwa yang tumbuh,
saat rembulan pergi,
gugusan bintang masih setia menemani,
mentari pagi pun menanti untuk menghampiri,
temani sepi yang terangkai dalam sisa sisa ilusi & mimpi,
wujud mimpi sampai kini belum terasa hadir,
dalam dunia nyata karna masih terbungkus sang takdir...
(Kalam Majaz.)
Rabu 18 Robi'ul Awal 1439
6 December 2017
menunggu pijakan ketegaran,
meski kerikil kerikil tajam menghadang,
langkah kaki harus tetap berjalan,
keindahan angan angan tak kan terwujud bila hanya diam berpangku tangan,
kuatkah hati bagai batu karang,
biarkan jejak luka masa lalu itu memudar bersama kenangan,
walau harapan itu tak terengkuh,
namun cahaya-Nya telah tersentuh,
berikan segenggam kekuatan jiwa yang tumbuh,
saat rembulan pergi,
gugusan bintang masih setia menemani,
mentari pagi pun menanti untuk menghampiri,
temani sepi yang terangkai dalam sisa sisa ilusi & mimpi,
wujud mimpi sampai kini belum terasa hadir,
dalam dunia nyata karna masih terbungkus sang takdir...
(Kalam Majaz.)
Rabu 18 Robi'ul Awal 1439
6 December 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar